Kader PDIP Berikan Sembako, Dukungan Kepada Keluarga Pedagang Cilok Keliling yang Ditangkap Polisi

Kader PDIP Berikan Sembako
Rasdianto, Kader PDIP yang Peduli Pada Keluarga Pedagang Cilok Keliling dengan memberi sembako

Terkini.id, Cilacap – Seorang ibu rumah tangga warga Karangtengah, Kecamatan Cipari, kini menjadi tulang punggung keluarga, pasalnya suami pedagang Cilok keliling ditangkap kepolisian satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Cilacap. Berita ini viral di media sosial, dan Tinah kini hanya bisa Berharap suaminya dibebaskan dan jadi perhatian warga net.

Tinah (48) ibu rumah tangga memiliki dua orang anak, istri dari Suami Inisial SO (49). Tinah menjelaskan “Suami saya ditahan Polisi Sejak 11 Oktober 2021,  berlatar belakang keluarga kurang mampu dan belum pernah tersentuh program sosial yang disalurkan pemerintah”. Jelas Tinah.

Dia berharap meskipun suaminya bersalah dalam perkara ini, mestinya penangkapan dilakukan sesuai prosedur dan tidak seenaknya tanpa memberikan surat resmi dari Kepolisian Polres Cilacap (legal aspek) perihal kasus yang menimpa suaminya.

Tinah menambahkan “sebagai istri tentu saja  saya khawatir cemas, bingung, dan hanya bisa menangis karena selama 24 jam suami tidak pulang, saking kebingungannya datang kepada ketua lingkungan menyampaikan jika suaminya di bawa orang malam hari”.

Dia mengetahui suami di tahan Kepolisian Polres Cilacap setelah datang kepada anggota kepolisian Polsek Sidareja, dia Juga menjelaskan saat di jemput  dari rumah oleh sejumlah kurang lebih enam orang, Dan berpakaian preman, serta tidak menunjukkan identitas, hanya kerumah pada malam hari sekitar pukul 23:30 WIB, pada 11 Oktober 2021, sebulan yang lalu, hanya untuk menunjukkan kendaraan roda dua yang pernah dijual suami kepada seseorang (perantara).

Dengan keadaan keterbatasan ekonomi sehingga banyak yang peduli dan ikut prihatin, Salah satu warga yang memberikan dukungan mental kepada ibu rumah tangga ini, Misalnya Rasdianto (33) Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkunjung kerumahnya ikut prihatin dan merasakan kesedihan keluarga tersebut.

Ia mengaku datang kerumah setelah baca berita online yang viral dimedsos, dirinya berharap dengan kedatangannya selain untuk memberikan dukungan mental (moral) terhadap istrinya, Juga secara pribadi memberikan bantuan sembako dan uang tunai,  untuk mengurangi beban ekonominya selama suaminya didalam tahanan, Rasdi berharap Tinah tetap tabah dan bersabar hal itu diungkapkan dirumah Tinah istri tersangka pada Rabu 17 November 2021.

Selain itu juga dirinya juga akan membantu memfasilitasi untuk dapat bertemu dengan suami dan akan membantu memberikan jasa lembaga hukum untuk mendampingi di kepolisian, Ia berharap kepada penegak hukum Kepolisian Resor Cilacap bertindak humanis, dan mengedepankan restorative of justice kepolisian supaya pihak keluarga dapat pemahaman hukum.

Atas kunjunganya tersebut Taufik selaku ketua lingkungan memberikan ucapan Terimakasih atas responnya kepedulian membantu warganya, Ia juga sangat menyayangkan atas kejadian yang menimpanya, berharap kejadian seperti ini penegak hukum kepolisian tidak terulang kembali, karena Dilingkunganya kejadian yang sama terjadi sudah dua kali penangkapan tanpa surat pemberitahuan.red.

Menurut Humas Kepolisian Polres Cilacap, melalui Gatot Menjelaskan “bahwa surat pemberitahuan penangkapan dan penahanan sudah dikirim melalui pos sesuai alamat identitas KTP Tersangka”.

Gatot menambahkan “Dan untuk jenguk memang sejak pandemi covid  tidak diperbolehkan guna menghindari penyebaran covid 19 dan cluster rutan Tandasnya saat dihubungi media”.

Berita lainnya

Garuda Jaya Kalisalak Juarai Rajawali Putra Superleague 2021

Forum Komunikasi Kepala RA dan PC Ma’arif NU Cilacap Selenggarakan Pembinaan Kepala dan Guru

LPBH NU Kabupaten Cilacap Dampingi Istri Pedagang Cilok Keliling yang Lemah

Final Rajawali Putra Superleague Pertemukan Tim Banyumas vs Cilacap

Kemasan Menarik Tingkatkan Penjualan Produk Olahan Pangan Lokal

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar