Polda Jateng Memanggil Saksi Kunci Pencemaran Nama Baik Pospera

Polda Jateng Memanggil Saksi Kunci Pencemaran Nama Baik Pospera
Polda Jateng Memanggil Saksi Kunci Pencemaran Nama Baik Pospera

Terkini.id, Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah hari Jumat, 29 Januari 2021 kembali memanggil saksi kunci terhadap kasus pencemaran nama baik organisasi Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) yang dilakukan oleh Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Simson sebagai saksi kunci dugaan pencemaran nama baik Pospera, dipanggil secara khusus oleh Polda Jawa Tengah untuk menjelaskan kronologi pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Arya Sinulingga di grup whats app Membangun Negeri.

Ada sekitar 35 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik kepada Simson sebagai saksi kunci pencemaran nama baik terhadap organisasi Pospera.

Simson menjelaskan pada penyidik, bahwa pencemaran nama baik dilakukan oleh AS di grup whats app Membangun Negeri. Grup tersebut berisikan anggota lintas suku, lintas Agama, dan lintas organisasi.

“Jelas sangat merugikan Pospera secara nama baik, karena dikesankan semua orang Pospera membuat rugi perusahaan-perusahaan BUMN” jelas Simson.

Kanit 2 Diskrimum Polda Jateng akan segera menindaklanjuti keterangan-keterangan saksi yang sudah dipanggil. Dengan mengembangkan kasus ini pada aspek delik aduannya.

Pada beberapa hari lalu tercatat, Ketua Umum DPP Pospera juga menghadiri panggilan penyidik Polda Jateng perihal pelanggaraan UU ITE yang dilakukan oleh Arya Sinulingga. Tentang fitnah dan ujaran kebencian terhadap organisasi Pospera.

Berita lainnya

Imam Ghazali Memiliki Prinsip Suhbah Dalam Mendidik, Ngaji Keghazalian Di Kampus UNUGHA

Persiapan PSCS Cilacap Jelang Kompetisi Liga 2 di tahun 2021 Semakin Mantap

Semangat Belajar Siswa Menurun Akibat Dari Pembelajaran Jarak Jauh

Siti Mukaromah Dorong Integrasi Ekosistem Ultra Mikro serta UMKM di Kabupaten Cilacap dan Banyumas

Sosialisasi 4 Pilar Sekaligus Memperingati Hari Lahir Pancasila

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar