Kementerian Desa PDTT: Konsep SDGs Desa tidak Boleh Lepas dari Akar dan Budaya

Tim Peneliti SDGs di Desa Kemojing, Binangun
Tim Peneliti SDGs Desa, Dispermades, dan Perangkat Desa Kemojing, di Balai Desa Kemojing, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Rabu, 2 Desember 2020.

Terkini.id, Cilacap – Direktur Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Tengah Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (KPW TPPI) Kementerian Desa PDTT, Evy Nurmilasari mengagumi konsep Sustainable Development Goals (SDGs) Desa yang diterapkan dalam melakukan pembangunan desa berkelanjutan.

Menurut Evy, SDGs Desa yang digagas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar ini tak hanya mutakhir dari sisi Indonesia, namun juga bisa menjadi pembelajaran bagi pembangunan desa-desa di seluruh dunia.

“Pasalnya, ini ide yang sangat baik. Dalam SDGs Desa juga menerapkan pola mata rantai dalam rangka penguatan Desa sebagai Miniatur Bangsa Indonesia. Disamping pentuatan kembali jaringan perekonomian sosial budaya dan ruh asal usul desa di era new normal, ini langkah konkrit dari Transformarsi,” ujarnya saat pelatihan Neumerator Peneliti Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kemendesa PDTT RI  di desa Desa Kemojing.

Sementara itu, Harjito, Kepala Desa Kemojing, Kecamatan Binangun mengaku, berterimakasih atas polohan Desanya yang pertama kali mendapat perhatian khusus dari Kemendesa PDTT RI.

“Saya beribu terima kasih, Desa kami jadi pilihan dan apa yg dihasilkan dari penelitian sangat membantu guna pemajuan Desa kami”, akunya.

“Penelitian akan dilaksanakan di wilayah Desa Pesisir dan Pegunungan di Wilayah Jateng. Desa Kemojing, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap ini salah satu pilot project penelitian berkaitan dengan SDGs Desa,” ujarnya.

Sebagaimana arahan Menteri Halim atau yang akrab di sapa Gus Menteri, Evy Nurmilasari, Koordinator Kegiatan Penelitian Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kemendesa PDTT RI di Kabupaten Cilacap mengatakan, SDGs Desa merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.

Menurutnya, hal tersebut bertujuan agar seluruh masyarakat desa, kepala desa, aparat desa, dan pegiat desa mengetahui persis arah dan tujuan pembangunan desa.

“Setiap warga, kepala desa, aparat desa, dan pegiat pegiat desa perlu tahu desa-desa di Indonesia ini mau di bawa kemana. Maka sangat perlu perhatainnya dengan merujuk pada SDGs yang kemudian diterjemahkan ke dalam Perpres No 59 tahun 2017, kemudian kita turunkan lagi di tingkat desa yang kita sebut SDGs Desa,” terangnya.

Koordinator Perwakilan Wilayah Jawa Tengah tersebut mengatakan, SDGs Desa memiliki keistimewaan dari sisi kebudayaan. Ia menegaskan, pembangunan desa berkelanjutan dalam konsep SDGs Desa tidak boleh lepas dari akar dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing desa.

Sebab menurutnya, adat/budaya di desa-desa merupakan kekayaan Bangsa Indonesia yang harus tetap dipertahankan.

“Sehingga desa di Cilacap tetaplah Desa sebagaimana kewenangan Asal Usulnya, Kabupaten Cilacap memiliki Desa pesisir (Nusawungu-Kampunglaut) tetap desa yang memiliki karakter desa pesisir, sementara Cilacap Pegunungan (Karangpucung-Dayeuhluhur) yang didominasi Sunda tetaplah desa yang memiliki karakter desanya yakni Sunda. Desa-desa di Cilacap sebagaimana asal usulnya. Desa dengan Karakter Desanya, yang Jawa maupun yang Sunda,” ujarnya. (Imam Hamidi Anatasalam)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Polda Jateng Memanggil Saksi Kunci Pencemaran Nama Baik Pospera

Media NU Cilacap Menyambut Positif PPL Mahasiswa IAIN Purwokerto di Media NU Cilacap

Kreasi Bhabin Ngapak, Inovasi Untuk Pendidikan

5 Pengendara Sepeda Motor Terjaring Razia Operasi Masker Satgas Covid-19 Kecamatan Wanareja

Jalin Sinergi, Babinsa Sertu Masino Hadiri Musyawarah Masyarakat Desa Widarapayung Kulon

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar