Joged Bupati Cilacap dan Hoax Tentang Inventaris Pesawat Camat, Berbuntut Panjang

Bupati Cilacap Joget Bersama Biduan & Abaikan Protokol Kesehatan
Bupati Cilacap Joget Bersama Biduan & Abaikan Protokol Kesehatan

Terkini.id, Cilacap – Buntut panjang dari perilaku yang dilakukan oleh para Camat dan Bupati di Cilacap yang sedang viral di jagad maya, khususnya di Kabupaten Cilacap. Akhirnya berbuah pemanggilan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilacap akan memanggil Bupati Tatto Suwarto Pamuji beserta beberapa pejabat dan camat yang dianggap tidak berempati kepada masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat seperti dilansir Timesindonesia.co.id-jaringan Suara.com pada Jumat, 31 Juli 2020.

Taufik mengemukakan, pemanggilan Bupati Tatto terkait video para camat yang mendapat inventaris pesawat serta perilaku orang nomor satu di Cilacap itu yang berjoget tanpa masker dengan tidak memperhatikan physical distancing pada beberapa waktu lalu.

Dalam video berdurasi 1 menit 58 detik yang beredar luas di media sosial, ada juga pernyataan camat di kabupaten wilayah ujung barat Jawa Tengah itu mendapat satu pesawat inventaris pada Minggu, 26 Juli 2020.

Camat tersebut tampak mengenakan masker dan berbicara di depan pesawat yang terparkir di bandara. Lokasi pengambilan video berada di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap. Dengan berlatar belakang pesawat latih milik Perkasa Flying School.

Tangkapan layar video camat di Cilacap berlatar pesawat latih.

Sedangkan video bupati, berjoget dengan warga tanpa mengenakan masker, juga beredar di medsos. Dalam unggahan tersebut, bupati menghadiri acara di wahana Taman Sari Rasa, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap pada Minggu, 26 Juli 2020.

Video tersebut menimbulkan polemik dan kritikan dari berbagai lapisan masyarakat. Pun video tersebut menjadi perhatian aktivis perempuan yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cilacap di Hong Kong, Sri Martuti. Hingga akhirnya, ia menulis surat terbuka kepada Bupati Tatto.

Terkait pemanggilan bupati karena video tersebut, Taufik memastikan surat pemanggilan sudah ada.

“Pasti. Begitu sudah ada surat dari ketua Komisi A, setelah itu kita minta bupati menghadirkan (camat),” katanya usai melantik dua anggota PAWDPRD Cilacappada Rabu, 29 Juli 2020.

Menurut Taufik, sebagai pemimpin dan pejabat, harus memiliki kepekaan di masa-masa krisis seperti yang terjadi saat ini.

“Mau itu namanyagleweyan(guyonan), serius nggak mungkin lah. Tapi kita harus mengetahui hati dan perasaan masyarakat dulu. Saya nggak sepakat, harus diperingatkan. Saya sudah menyampaikan ke bupati. Nanti camatnya kita undang di Komisi A. Pasti itu,” tegas Taufik.

“Nah, kita sebagai pemimpin, sebagai pejabat, sebagai orang yang ditugasi masyarakat, seyogyanya punya rasa kepekaan terhadap situasi masyarakat saat ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dia berharap pejabat daerah bisa peka dan berempati dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Ya harapannya jangan terulang. Sudahlah kita hari ini konsentrasi bagaimana untuk masyarakat. Diberi contoh, bagaimana kita bersama-sama mencari jalan keluar supaya perekonomian kita bisa buat mencari nafkah bagi pedagang atau apalah, bisa teratasi, dan bareng-bareng jaga perasaan, karena kita hidup di tengah masyarakat.”

Taufik menambahkan, prosedurnya pihak DPRD mengundang melalui bupati. Ia meyakini kalau bupati salah tidak akan mengulang.

“Tidak ada orang tidak khilaf. Dan lagi, menjadi pejabat publik, menjadi percontohan. Maka sewajarnya masyarakat mengritik. Nanti contoh-contoh kita tidak diikuti, wong kita saja tidak menjalani.”

Konten Bersponsor

Berita lainnya

KNPI Cilacap MoU Pengawasan Pemilu Dengan Bawaslu

LKNU dan Lazis NU Cilacap Laksanakan Posbindu di RSI Amanu Majenang

Segmen Satu Frekuensi Hadir Dengan Ulasan Sangat Berani Tentang PT. KIC

KNPI Cilacap Adakan Pelatihan dan Praktek Transformasi Digital di Desa Jetis

PCNU Cilacap Menyambut Positif dan Mendukung Penuh Kehadiran MNC

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar