Hasil Riset Dosen UNUGHA, Mayoritas Masyarakat Panik Karena Covid 19

Kampus UNUGHA
Peneliti dari kampus UNUGHA Merilis Hasil Survey, (Gambar kampus UNUGHA, Foto : Pri)

Terkini.id, Cilacap – Sudah beberapa Minggu ini, Indonesia melalui masa pandemi Covid-19.

Berbagai upaya penanganan sedang dilakukan agar penyebarannya bisa terkendali dan tidak membabi buta.

Tak terkecuali, pemerintah daerah dalam hal ini adalah pemerintah kabupaten Cilacap yang sudah melakukan berbagai upaya mulai dari menyiapkan rumah sakit rujukan, menyiapkan tenaga kesehatan, dan juga berbagai sosialisasi pentingnya menjaga jarak antar warga.

Hal ini diakui atau tidak akan berpengaruh pada kondisi mental masyarakat tak terkecuali warga Cilacap. WHO sendiri sebagai badan kesehatan dunia sudah memberikan definisi sehat yaitu sempurna baik fisik, mental maupun sosial.

Sehingga langkah upaya penanganan Covid-19, idealnya tidak hanya melakukan penanganan pada kesehatan fisik saja melainkan mental dan sosial.

Hal inilah yang mendorong UNUGHA Cilacap melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) menugaskan beberapa dosen untuk melakukan riset terkait jenis kecemasan masyarakat Cilacap dalam menghadapi Covid-19.

Ketua LPPM UNUGHA, Misbahusssurur mengatakan, “perlu pemetaan terhadap jenis kecemasan yang dialami masyarakat saat pandemi covid-19 agar dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan kebijakan penanganan covid-19 dikabupaten Cilacap.”

Dalam riset yang dirilis pada Minggu, 26 April 2020 ini mendalami 4 jenis kecemasan, yaitu kecemasan umum, kecemasan gangguan panic, kecemasan sosial dan kecemasan obsessive.

Hanifah Muyasaroh, Selaku Ketua riset sekaligus dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam UNUGHA Cilacap, menerangkan “Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.”

“Adapun variabel dalam riset ini adalah jenis-jenis kecemasan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan subjeknya adalah masyarakat Cilacap.” jelasnya.

Riset dilakukan kepada responden dari semua kecamatan di wilayah Cilacap. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional simple random sampling.

Dimana sampel diambil secara acak dengan mempertimbangkan proporsi sampel tiap kecamatan pada masyarakat Cilacap dengan status mental yang stabil dan bersedia bergabung dalam penelitian sebagai sampel.

Riset ini berlangsung mulai dari periode 13 sampai 18 April 2020 Dengan melibatkan 626 sampel menggunakan kuesioner online.

“Hasilnya kami mendapatkan data bahwa data paling tinggi yaitu sebanyak 18% masyarakat Cilacap mengalami kecemasan umum disertai dengan kecemasan panik, kecemasan sosial dan kecemasan obsessiv.” Ujar Hanifah Muyassaroh

Adapun Indikator kecemasan umum seperti tidak bisa tidur nyenyak, nafsu makan menurun, Menyalahkan orang yang menyebarkan wabah Covid-19, Menarik diri dari media sosial agar tidak mendapatkan informasi terkait Covid-19.

Lalu indikator kecemasan panik seperti Jantung berdebar saat mendapatkan informasi terkait Covid-19, Takut penularan Covid-19 sangat cepat seperti negara Cina, Italia, Takut tertular Covid-19 karena belum ada vaksinnya.

Kemudian indikator kecemasan sosial seperti Tidak berani membagikan berita tentang Kasus Positif Covid-19, Takut tertular Covid-19 apabila bertemu orang yang tidak dikenal, dan Takut bertemu dengan orang-orang dari kota-kota terjangkit Covid-19.

Dan yang terakhir indikator kecemasan obsessive seperti Terlalu sering cuci tangan, Mandi setiap hari lebih dari dua kali, Terlalu sering membersihkan rumah dan Terlalu sering minum multivitamin.

Riset ini melibatkan lima peneliti dengan masing-masing dari bidang ilmu komunikasi dan penyiaran Islam yaitu Hanifah Muyassaroh dan Muhammad Ridwan, lalu dari bidang ilmu Bimbingan dan Konseling yaitu Yusuf Hasan Baharudin dan Tatang Agus Pradana dan yang terakhir dari bidang ilmu Matematika yaitu Nanda Noor Fadjrin.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Pospera Jateng Laporkan Staf Khusus Menteri BUMN ke Polda Jateng

Memfitnah Pospera, Arya Stafsus Menteri BUMN Terancam Dipolisikan Pospera

Catat, Rumah Penerima Bantuan PKH /BPNT Akan di Beri Tanda Oleh Pemda Cilacap

Rois Syuriah & Ketua PCNU Cilacap Datangi Lokasi Pengungsian Warga Korban Banjir Kroya

Relawan PBM Cilacap Ajak Pemerintah Desa Gombol Dekati Pasien Pengguna Narkoba

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar