Jangan Salahkan Staffsus Presiden, yang Membantu Presiden Sesuai Kompetensinya

Lubadul fikri
Lubadul Fikri ; Putra Almarhum KH. Chasbulloh Badawi, Mustasyar PBNU (foto : pri)

Terkini.id, Cilacap – Staf Khusus milenial Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara, pemilik perusahaan aplikasi Ruang Guru sedang viral di media online maupun media sosial, hal tersebut dikarenakan Ruang Guru menjadi vendor yang terlibat dengan Skill Academi salah satu program Kartu Prakerja yang menjadi domain Kemnaker.

Salah satu praktisi politik, Lubadul Fikri yang merupakan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cilacap turut berkomentar mengenai hal ini, kepada Cilacap.terkini.id pada Sabtu, 18 April 2020.

“Saya rasa dilibatkannya pemilik perusahaan aplikasi RG, memiliki maksud agar beliau bisa meng-cloning kesuksesannya dalam mengelola aplikasi tersebut menjadi perusahaan start up besar, kepada BLKK Komunitas yang telah dibangun Infrastrukturnya di pemerintahan Presiden sebelum masa kerja ini,” ujarnya.

Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi yang lalu, infrastruktur untuk pembangunan Sumber Daya Manusia, telah telah terlaksana dengan Program pembangunan BLKK komunitas saat menteri Kemnakernya Bapak Hanif Dakhiri.

“Saya yakin Pak Jokowi memilih stafsus milenial memiliki maksud khusus, agar hal-hal yang bisa dilakukan secara cepat bisa dilakukan dengan cepat,” Imbuh Fikri yang merupakan putra Almarhum KH. Chasbulloh Badawi yang dulu menjadi mustasyar PBNU dan pendiri Yayasan Badan Amal Kesejahteraan Ittihadul Islamiyah Yang ada 54 lembaga dinaunginya.

Sekarang merupakan masa 4.0, jadi teknik konfensional yang tidak relevan sangat layak tergantikan oleh sesuatu relevan, positif thinking, dan kritikal thingking perlu dikedepankan, dimasa kita sedang dilanda Covid 19.

Banyak para pengritik staffsus yang sedang bekerja, hanya menyalah-nyalahkan tanpa menunjukan benarnya seperti apa, merasa ahli padahal belum ada yang terbukti, tapi para staffsus sudah terlihat keahliannya melakukan percepatan-percepatan dengan bukti perusahaan yang dimiliki.

“Kritik para ahli yang belum memiliki bukti apapun, menyalahkan para praktisi yang sudah terbukti sukses itu bukan keahlian, ibu saya dulu pernah bercerita, masyarakat banyak yang nyinyir, ketika bapak saya di anggap orang gila, karena di pelosok desa kok berfikiran bikin sekolahan,” kata Fikri.

“Tapi toh nyatanya kampus Institut Agama Islam Imam Ghozali pun sudah beliau dirikan, itu sebagai bukti bahwa perjuangan pasti ada kendala, saya harap Belva untuk tidak mundur dari Staffsus, bantu presiden dengan keahlianmu,” tutupnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Pospera Salurkan Bantuan Paket Sembako, 35 Ribu Warga Menjadi Target

Indahnya Berbagi Bersama Ulinnuha, Juara AKSI Indosiar

Aksi Berbagi KNPI Kroya, Peduli Masyarakat Lemah

Proyek RDMP Cilacap Belum Ada Kepastian, Meski Lahan Sudah Dibebaskan

Memantau Perkembangan Covid-19, Cilacap Lakukan Rapat dengan Kemensos

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar