Aksi Nyata Komunitas Pecinta Yatim ‘KOMPY’ di Cilacap, Mampu Sekolahkan 165 Anak Yatim

Pembina KOMPY
H. Suyanto selaku Pembina Komunitas Pecinta Yatim 'KOMPY' Meski seorang Pengusaha beliau adalah pribadi yang sederhana dan humble (foto : pri)

Terkini.id, Cilacap – Ada satu komunitas yang luput dari hiruk pikuk pemberitaan media. Padahal aksi yang dilakukan tergolong heroik dan dapat dijadikan inspirasi.

Aksi kepedulian yang dilakukan oleh Komunitas Pecinta Yatim atau KOMPI ini tergolong unik dan membuat decak kagum. Dimana mampu menjadi orang tua asuh untuk menyekolahkan 165 anak yatim dengan konsep dan sistem kebersamaan.

Adalah H. Suyanto, tokoh dibalik 5 tahun perjalanan KOMPY, bersama beberapa pemuda menjadi inspirator aksi kepedulian menyekolahkan anak – anak yatim piatu.

Saat tim terkini.id mewawancarai beliau pada Jumat, 10 April 2020, di kediamannya, tentang perjalanan selama 5 tahun menjadi pembina KOMPY. H. Suyanto menyampaikan, aksi ini sebenarnya berawal dari keprihatinan melihat kondisi beberapa anak yatim piatu yang putus sekolah.

“Saya bersama dengan pemuda yang berjumlah 26 orang, menjadi penggerak dan mengajak masyarakat yang ingin menjadi orang tua asuh, besaran sumbangan pun semampunya, bahkan 500 rupiah perbulan pun kita terima dan kita jemput juga tercatat dengan baik di buku yang mereka miliki, seperti tabungan akherat” ujar H. Suyanto.

Dia menambahkan “Kami meyakinkan masyarakat, hanya dengan menyisihkan paling sedikit Rp. 500 perbulan, Anda sudah bisa menghidupi ratusan anak-anak yatim. Akhirnya mereka terketuk hatinya dan berbondong-bondong ikut menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yatim tersebut.”

Sampai hari ini, anak asuh dari KOMPY berjumlah 165 anak yang tersebar di kecamatan Kroya, Binangun, Nusawungu, Adipala, dan sebagian Kemranjen.

Dengan total donatur tetap sekitar 200 orang lebih. Komunitas tidak pernah menentukan jumlah sumbangan dan menolak sumbangan yang masyarakat berikan sekecil apapun, dan semuanya di sampaikan untuk melunasi sekolah anak-anak yatim tersebut.

Bisa dikatakan komunitas ini betul-betul relawan murni, dari mulai menjemput sumbangan ke rumah-rumah donatur sampai membayarkannya ke pihak sekolah.

Sampai hari ini, komunitas ini masih terus mendata dan mencari anak-anak yatim yang memang perlu dibantu dalam aksi kepedulian mereka, serta senantiasa menjemput uluran tangan donatur baru. Demi mengentaskan anak – anak yatim tersebut supaya bisa sekolah kembali.

Bahkan bagi yang lulus SD/MI, jika ingin melanjutkan ke SMP harus mau menjadi santri di Pondok Pesantren yang biayanya akan ditanggung komunitas tersebut.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Cilacap Terkini Bersama JIPC Akan Luncurkan Polling Pilkada Cilacap

Namanya Di Catut Oleh FUI, PMII Cilacap Datangi Polres Cilacap

‘Tekani Tukoni’ Menjadi Satu Cara Wakil Bupati Cilacap Memberdayakan UMKM

Pospera Salurkan Bantuan Paket Sembako, 35 Ribu Warga Menjadi Target

Indahnya Berbagi Bersama Ulinnuha, Juara AKSI Indosiar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar