Mahbub Djunaidi Pendiri PMII, Seorang Jurnalis dan Tokoh Pergerakan

Mahbub Djunaidi
Mahbub Djunaidi tokoh dan pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang juga seorang jurnalis dan penulis (foto : nu online)

Terkini.id, Cilacap – Menyambut hari kelahiran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang jatuh pada 17 April 2020 besok, penulis ingin menghadirkan tokoh pergerakan utama dari PMII, yaitu sahabat Mahbub Djunaidi, pendiri PMII.

Ada satu adagium menarik yang disampaikan Mahbub Djunaidi kepada juniornya Eman Suparman sesama jurnalis pada masanya.

“Dek, kalau ingin kaya, jangan jadi wartawan, jadilah pengusaha. Kalau penakut jangan jadi wartawan, jadilah tukang mie bakso.”

Demikian sang pendekar pena, kolomnis ternama, H. Mahbud Djunaidi, mengatakannya pada suatu kesempatan di kantor perwakilan Harian Umum Pelita Jawa Barat, Gedung Milamar, Jalan Asia Afrika, Bandung.

Mahbub berpenampilan sangat sederhana. Terkadang kepergok mengenakan pakaian olahraga (baju dan celana singlet). Jika bertemu selalu memberi nasihat-nasihat tentang kewartawanan, tentang tulis menulis.

Bagaimana keberaniannya menulis sehingga beliau sering disebut sang pendekar pena. Tulisan-tulisannya ringan, asyik dibaca, berani mengkritik keras pemerintahan, kadang-kadang dengan gaya bahasa yang halus dan santun.

Santuy kalau kata anak milenial sekarang.

Medio 17 April 1960, Mahbub Djunaidi bersama beberapa sahabat yang sebelumnya melakukan musyawarah Mahasiswa tanggal 14 – 16 April 1960 di Sekolah Muamalat NU, Wonokromo, Surabaya mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebuah wadah perjuangan dan pengkaderan. Setelah berdebat panjang tentang nama dan lainnya.

Hingga pada akhirnya, PMII menjadi organisasi kader dengan beranggotakan mahasiswa dari sebagian besar Propinsi dan Kabupaten di Indonesia.

Dimana PMII selalu mengedepankan Dzikir, Fikir dan Amal Soleh yang terus berkembang dengan bangunan arus mainstream berfikir Paradigma Kritis Transformatifnya.

Era sekarang, dimana disrupsi media informasi dan komunikasi makin kentara. Kader-kader penulis, seperti sahabat Mahbub Djunaidi sangat diperlukan.

Untuk menghiasi dunia pergerakan, yang digaungkan melalui jari jemari, untuk menulis dan mengetik keyboard entah di Komputer, Laptop maupun Smartphone, bukan lagi pena pergerakan, tapi jari jemari pergerakan.

Salam Pergerakan!

Priyo Anggoro,
Dosen UNUGHA Cilacap
Sekretaris Umum PC PMII Cilacap tahun 2006 – 2007

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Jangan lewatkan Ngapaker, Ulin Akan Kembali Ber – AKSI

Asti Mahasiswa UNUGHA, Mendapat Apresiasi Langsung dari Wakil Bupati Cilacap

Asal Mula Nama Didi Kempot dan Fakta Sesungguhnya Agama Didi Kempot

Ngaji Online PCNU Cilacap: Perempuan Mandiri Harus Percaya Diri dan Aktif Berorganisasi

Ngaji Online di PCNU, Tema ‘NU dan Gerakan Sosial’

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar