Corona dalam Realitas Media

Corona dalam Realitas Media
Indra Rukmana saat menjadi pembicara dalam satu acara (foto : priyo)

Terkini.id, Cilacap – Hari-hari ini kita disibukkan dengan bacaan berita terkait covid-19 atau lebih familiar disebut Corona. Jangankan untuk menyaring apakah berita tersebut hoax atau faktual, untuk memilah mana berita negatif atau positif saja, kita tak punya waktu.

Pokoknya semua tentang corona adalah hal yang menakutkan dan harus diwaspadai. Sosok hantu virus yang memangsa manusia dengan cepat dan masif. Begitulah gambaran yang di-capture oleh media saat ini.

Beragam barang yang dianggap ampuh menangkal corona, kita beli dan konsumsi. Apalagi jika narasumber yang dipilih media memiliki otoritas medis seperti dokter atau pakar kesehatan.

Suka atau tidak suka, informasi tentang corona menyergap pikiran kita melalui media online, media sosial: facebook, twiiter, whatsapp, instagram, serta hampir semua media mainstream seperti televisi, koran, dan radio. Berita tentang corona seolah tak memberikan celah kepada kita untuk bernapas sejenak.

Khusus bagi masyarakat pembaca atau penonton berat media, mereka akan lebih rentan secara psikologis. Pada titik ini, mereka tak lagi mampu membedakan mana realitas sosial dan mana realitas media/maya. Semuanya tampak sama.

Dalam ilmu komunikasi, kondisi khalayak seperti ini disebut kultivasi. Sebuah teori yang memandang bahwa apa yang ada dalam dunia sekitar sama dengan apa yang dilihat dalam media.

Ketakutan-ketakutan yang diciptakan media membentuk persepsi khalayak bahwa apa yang mereka lihat di media sama menakutkannya dengan dunia sekelilingnya. Sekalipun saat kita keluar rumah, dunia sekitar ‘tampak’ baik-baik saja.

Indra Rukmana

Dosen/Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat UNUGHA Cilacap

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kartini dan Gerakan Feminisme

Tunjuk Hidung Saja, Siapa Mafianya Pak Menteri ? ‘Part 2’

Tunjuk Hidung Saja, Siapa Mafianya Pak Menteri ? ‘Part 1’

Kepasrahan Pada Tuhan vs Realitas Virus Corona yang Mematikan

Optimisme Masuk Surga dengan Memegang Erat Kuncinya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar